1.
Skrining
Fitokimia
Skrining
fitokimia adalah metode analisis untuk menentukan jenis metabolit sekunder yang
terdapat dalam tumbuh-tumbuhan karena sifatnya yang dapat bereaksi secara khas dengan
pereaksi tertentu. Skrining fitokimia dilakukan melalui serangkaian pengujian
dengan menggunakan pereaksi tertentu. Beberapa jenis pereaksi yang dapat
digunakan untuk skrining fitokimia antara lain:
a. Uji Senyawa Fenol dan Flavonoid
Fenol dan flavonoid
dapat dideteksi menggunakan larutan FeCl3 1% dalam etanol. Hasil uji
dianggap positif apabila dihasilkan warna hijau, merah, ungu, biru atau hitam.
Uji shinoda (Mg dan HCl pekat) dapat juga digunakan untuk mendeteksi flavonoid.
Flavonoid akan menunjukkan warna merah ceri yang sangat kuat jika disemprot
dengan pereaksi ini (Harborne, 1987).
b. Uji Kumarin dan Antrakuinon
Kumarin dan antrakuinon dapat dideteksi
menggunakan pereaksi semprot NaOH dan KOH 5% dalam alkohol. Setelah
penyemprotan, kumarin akan berfluorosensi hijau-kuning yang terlihat bila plat
KLT yang sudah kering disinari dengan sinar UV. Antrakuinon dapat dideteksi
bila senyawa pada plat KLT yang semula kuning dan coklat kuning berubah menjadi
merah, ungu, hijau, atau lembayung setelah disemprot (Harborne, 1987).
c.
Terpenoid
Pereaksi Lieberman-Burchard adalah
pereaksi yang sering digunakan untuk uji senyawa terpenoida. Pereaksi ini
dibuat dari campuran anhidrid asetat dan H2SO4 pekat.
Kebanyakan triterpena dan sterol memberikan warna hijau biru dengan pereaksi
ini. Cara lain untuk mendeteksi terpena adalah menyemprot plat KLT dengan
larutan KMnO4 0,2% dalam air, antimon dalam kloroform, H2SO4
pekat atau vanillin-H2SO4. Setelah penyemprotan, senyawa
yang positif mengandung terpenoid akan menunjukkan perubahan warna (Harborne,
1987).
d. Uji Alkaloid
Alkaloid dapat dideteksi dengan beberapa
pereaksi pengendapan. Pereaksi Mayer mengandung kalium iodida dan merkuri
klorida, dengan pereaksi ini alkaloid akan memberikan endapan berwarna putih.
Peraksi Dragendorf mengandung bismuth nitrat dan merkuri klorida dalam asam
nitrit berair. Senyawa positif mengandung alkaloid jika setelah penyemprotan
dengan pereaksi Dragendrof membentuk warna jingga (Sastrohamidjojo, 1996).